Poin Penting
Sistem membership adalah sistem yang membantu bisnis mengelola keanggotaan pelanggan sekaligus memberikan benefit tertentu kepada member.
Cara kerja sistem membership meliputi pendaftaran anggota, pengelolaan data, pemberian benefit, pencatatan transaksi, dan komunikasi dengan member.
Jenis sistem membership dapat berupa membership gratis, berbayar, berbasis poin, berjenjang, maupun berlangganan.
Bliss Loyalty Program membantu bisnis mengelola membership digital, poin, reward, promo, dan campaign pelanggan dalam satu platform.
Pernahkah Anda mendapatkan kartu member dari toko, restoran, atau tempat kebugaran yang sering dikunjungi?
Biasanya, kartu tersebut menawarkan berbagai keuntungan, seperti potongan harga, poin belanja, atau akses khusus bagi pelanggan.
Bagi bisnis, membership bukan sekadar cara memberikan promo. Program ini juga dapat digunakan untuk membangun hubungan dengan pelanggan, mengelola data keanggotaan, dan mendorong mereka agar kembali bertransaksi.
Saat jumlah anggota semakin banyak, pengelolaannya tentu akan lebih mudah jika didukung oleh sistem membership.
Lalu, apa itu sistem membership, bagaimana cara kerjanya, dan apa saja manfaatnya bagi bisnis?
Apa itu sistem membership?
Sistem membership adalah sistem keanggotaan yang digunakan bisnis untuk mengelola data pelanggan dan memberikan manfaat khusus kepada anggota.
Benefit tersebut dapat berupa diskon, poin, cashback, voucher, akses prioritas, atau penawaran eksklusif.
Dalam penerapannya, pelanggan perlu mendaftarkan diri terlebih dahulu untuk menjadi anggota. Setelah itu, mereka dapat memperoleh keuntungan sesuai dengan ketentuan yang dibuat oleh bisnis.
Sistem membership dapat digunakan oleh berbagai jenis usaha, mulai dari retail, restoran, salon, pusat kebugaran, e-commerce, hingga bisnis berbasis layanan berlangganan.
Pengelolaan membership tidak selalu membutuhkan kartu fisik. Saat ini, bisnis dapat menggunakan aplikasi membership atau aplikasi keanggotaan digital sehingga pelanggan bisa mengakses informasi member, poin, dan reward melalui perangkat mereka.
Selain memberikan keuntungan bagi pelanggan, sistem membership juga membantu bisnis mengelola hubungan dengan anggota secara lebih teratur.
Data pendaftaran, riwayat transaksi, dan aktivitas pelanggan dapat digunakan sebagai dasar untuk memberikan layanan pelanggan yang lebih relevan.
Baca juga: Promo Membership: Strategi Efektif untuk Pebisnis
Cara kerja sistem membership
Secara umum, sistem membership berjalan melalui beberapa tahapan berikut:
1. Pelanggan mendaftarkan diri
Pelanggan mengisi data yang diperlukan untuk menjadi anggota, seperti nama, nomor telepon, alamat email, atau informasi lain sesuai kebutuhan bisnis.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui kasir, website, aplikasi, formulir digital, maupun tautan khusus.
2. Data pelanggan tersimpan dalam sistem
Setelah pendaftaran selesai, data pelanggan akan tersimpan dalam database membership.
Data ini dapat digunakan untuk mengetahui jumlah anggota, status keanggotaan, riwayat transaksi, dan aktivitas pelanggan.
Penyimpanan data secara terpusat juga membantu bisnis mengurangi pencatatan manual yang berisiko menimbulkan kesalahan.
3. Member mendapatkan benefit
Setiap bisnis dapat menentukan manfaat yang diberikan kepada anggota.
Misalnya, pelanggan memperoleh diskon khusus, poin dari setiap transaksi, voucher ulang tahun, atau akses lebih awal terhadap promo tertentu.
Benefit sebaiknya dibuat jelas agar pelanggan memahami keuntungan yang mereka dapatkan setelah bergabung.
4. Aktivitas member tercatat
Setiap transaksi atau aktivitas yang memenuhi ketentuan program dapat dicatat oleh sistem.
Misalnya, jumlah pembelian, poin yang diperoleh, penggunaan voucher, atau kenaikan tingkat membership.
Data tersebut membantu bisnis memantau keterlibatan pelanggan sekaligus mengevaluasi kinerja program.
5. Bisnis mengirimkan informasi dan promo
Sistem membership juga dapat digunakan untuk mengirimkan informasi kepada anggota, seperti promo terbaru, pengingat masa berlaku, reward yang tersedia, atau campaign khusus.
Komunikasi dapat dibuat lebih relevan dengan membagi pelanggan berdasarkan riwayat transaksi, preferensi, atau tingkat keanggotaan.
6. Pelanggan menggunakan benefit
Member dapat menggunakan poin, voucher, diskon, atau manfaat lainnya sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Sistem akan membantu mencatat penggunaan benefit tersebut agar pengelolaannya lebih mudah.
Baca juga: Pengertian Digital Membership dan 8 Cara Menerapkannya
Jenis-jenis sistem membership
Sistem membership dapat dibedakan berdasarkan cara pelanggan bergabung dan manfaat yang diberikan. Berikut beberapa jenis yang umum digunakan:
1. Free membership
Free membership memungkinkan pelanggan bergabung tanpa membayar biaya keanggotaan.
Biasanya, jenis ini digunakan untuk mengumpulkan database pelanggan dan membangun hubungan jangka panjang.
Contohnya adalah membership toko retail yang memberikan poin atau promo khusus setelah pelanggan mendaftarkan akun.
Cocok untuk: retail, F&B, e-commerce, salon, dan bisnis yang ingin memperluas jumlah member.
2. Paid membership
Pada paid membership, pelanggan perlu membayar biaya tertentu untuk mendapatkan manfaat khusus. Biaya tersebut dapat dibayarkan satu kali, bulanan, atau tahunan.
Benefit yang ditawarkan biasanya berupa diskon khusus, akses layanan premium, fasilitas tambahan, atau layanan prioritas.
Cocok untuk: gym, klub eksklusif, komunitas profesional, dan bisnis yang menawarkan fasilitas premium.
3. Point-based membership
Jenis ini memberikan poin kepada pelanggan berdasarkan transaksi atau aktivitas tertentu.
Poin yang terkumpul kemudian dapat ditukarkan dengan hadiah, diskon, voucher, atau produk tertentu.
Sistem poin cukup populer pada bisnis yang memiliki transaksi berulang karena dapat memberikan motivasi tambahan bagi pelanggan untuk kembali berbelanja.
Cocok untuk: retail, restoran, kedai kopi, fashion, dan e-commerce.
4. Tiered membership
Tiered membership membagi anggota ke dalam beberapa tingkatan, seperti Bronze, Silver, Gold, atau Platinum.
Tingkatan tersebut biasanya ditentukan berdasarkan jumlah transaksi, total pembelanjaan, atau aktivitas pelanggan.
Semakin tinggi tingkat keanggotaan, semakin besar pula benefit yang diterima. Model ini dapat mendorong pelanggan untuk meningkatkan frekuensi atau nilai transaksi.
Cocok untuk: hotel, maskapai, fashion, retail, dan bisnis dengan pelanggan bernilai tinggi.
5. Subscription-based membership
Subscription-based membership merupakan sistem berlangganan di mana pelanggan membayar biaya secara berkala untuk mendapatkan akses terhadap produk, layanan, atau benefit tertentu.
Model ini dapat membantu bisnis membangun pendapatan berulang sekaligus menjaga hubungan dengan pelanggan.
Mengutip dari ZUORA, Model berlangganan tidak hanya sekadar tumbuh, model ini secara aktif mengungguli pasar secara keseluruhan.
Selama dua tahun terakhir, perusahaan-perusahaan dalam Subscription Economy Index mencatat pertumbuhan pendapatan yang 11% lebih cepat dibandingkan S&P 500.
Cocok untuk: platform digital, gym, layanan edukasi, software, dan layanan berlangganan lainnya.
6. Cashback Membership
Cashback membership memberikan sejumlah saldo atau nilai pengembalian berdasarkan transaksi pelanggan.
Cashback tersebut dapat digunakan untuk pembelian berikutnya sesuai aturan bisnis.
Jenis membership ini memberikan manfaat yang mudah dipahami pelanggan dan dapat mendorong pembelian berulang.
Cocok untuk: e-commerce, supermarket, retail, dan bisnis dengan volume transaksi tinggi.
Baca juga: Pengertian Cashback dan Bedanya dengan Diskon
Manfaat sistem membership bagi bisnis
Penggunaan sistem membership dapat memberikan manfaat dalam aspek operasional maupun pemasaran. Beberapa manfaat utamanya adalah:
1. Mengelola data pelanggan dengan lebih rapi
Sistem membership menyimpan data anggota dalam satu database sehingga bisnis lebih mudah melihat informasi pelanggan, status keanggotaan, dan riwayat transaksi.
Data tersebut juga dapat digunakan untuk mengelompokkan pelanggan berdasarkan kebutuhan atau kebiasaan belanja.
2. Meningkatkan loyalitas pelanggan
Benefit seperti poin, reward, voucher, dan promo khusus dapat memberikan alasan tambahan bagi pelanggan untuk tetap memilih brand.
Meski demikian, program membership perlu didukung produk dan pelayanan yang baik agar loyalitas tidak hanya bergantung pada diskon.
3. Mendorong pembelian berulang
Pelanggan yang memiliki poin atau reward yang belum digunakan dapat terdorong untuk kembali melakukan transaksi.
Strategi ini dapat membantu bisnis meningkatkan frekuensi pembelian.
4. Mempermudah komunikasi dengan member
Bisnis dapat mengirimkan informasi mengenai promo, produk baru, event, atau benefit membership secara lebih terarah.
Komunikasi yang relevan juga dapat membantu menjaga hubungan dengan pelanggan setelah transaksi selesai.
5. Mengurangi pekerjaan administrasi
Pengelolaan pendaftaran, pencatatan transaksi, perhitungan poin, dan pembaruan status member dapat dilakukan melalui sistem digital.
Hal ini membantu tim mengurangi pekerjaan berulang dan meminimalkan kesalahan pencatatan manual.
6. Membantu memahami perilaku pelanggan
Data membership dapat memberikan gambaran mengenai pelanggan yang sering bertransaksi, produk yang diminati, frekuensi pembelian, serta respons terhadap promo.
Informasi tersebut dapat digunakan untuk menyusun strategi pemasaran dan meningkatkan kualitas layanan.
7. Mendukung strategi personalisasi
Bisnis dapat memberikan penawaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan berdasarkan riwayat transaksi atau tingkat keanggotaan.
Misalnya, pelanggan yang sering membeli produk tertentu dapat menerima informasi mengenai produk serupa atau promo yang relevan.
Baca juga: Program Loyalitas Pelanggan: Jenis, Manfaat, dan Contohnya
Fitur yang perlu dipertimbangkan dalam membuat sistem membership
Sebelum membuat sistem membership, bisnis perlu memastikan bahwa fitur yang akan tersedia sesuai dengan kebutuhan operasional. Beberapa fitur yang dapat dipertimbangkan antara lain:
- Membership database: menyimpan dan mengelola data anggota secara terpusat.
- Digital membership: memungkinkan pelanggan mengakses keanggotaan tanpa kartu fisik.
- Point and reward management: mengatur perolehan, penggunaan, dan penukaran poin.
- Tier management: membuat tingkatan member beserta benefit yang berbeda.
- Promo dan campaign: membantu bisnis menjalankan penawaran khusus untuk pelanggan.
- Customer segmentation: mengelompokkan pelanggan berdasarkan aktivitas atau karakteristik tertentu.
- Integrasi transaksi: menghubungkan data membership dengan POS atau sistem penjualan.
- Analytics dan reporting: menyediakan laporan mengenai jumlah member, aktivitas, dan performa program.
Fitur-fitur tersebut tidak harus digunakan sekaligus. Bisnis dapat memulainya dari kebutuhan utama, kemudian mengembangkan program seiring bertambahnya jumlah anggota.
Baca juga: 9 Aplikasi Membership Terbaik untuk Bisnis dan Pelanggan
Kelola sistem membership lebih mudah bersama Bliss
Sistem membership membantu bisnis mengelola keanggotaan pelanggan, memberikan benefit, dan membangun hubungan yang lebih terarah.
Dengan dukungan sistem digital, proses pendaftaran, pencatatan transaksi, pengelolaan reward, dan komunikasi dengan member dapat dilakukan secara lebih praktis.
Jika Anda ingin menjalankan program membership tanpa harus membangun aplikasi sendiri, Bliss Loyalty Program dapat menjadi salah satu pilihan.
Bliss membantu bisnis mengelola membership digital, poin, reward, voucher, promo, campaign, dan insight pelanggan dalam satu platform.
Dengan pengelolaan membership yang lebih terstruktur, bisnis dapat memberikan pengalaman yang lebih personal sekaligus mendorong pelanggan untuk terus berinteraksi dan kembali bertransaksi.
Kelola membership pelanggan jadi lebih mudah bersama Bliss, coba sekarang juga dengan klik di sini!




