Contoh Kuesioner Kepuasan Pelanggan untuk Berbagai Bisnis

oleh Ibnu Ismail | 03 September 2026 | Customer Loyalty

Poin penting


Kuesioner kepuasan pelanggan adalah kumpulan pertanyaan untuk mengukur kepuasan, pengalaman, kebutuhan, dan pendapat pelanggan terhadap produk atau layanan bisnis.


Fungsi kuesioner kepuasan pelanggan meliputi mengukur tingkat kepuasan, menemukan kekurangan produk atau layanan, dan mengidentifikasi kebutuhan pelanggan.


Kuesioner kepuasan pelanggan bermanfaat untuk membantu meningkatkan kualitas produk dan layanan, memperbaiki customer experience, dan meningkatkan loyalitas pelanggan.


Cara membuat kuesioner kepuasan pelanggan yang baik adalah dengan menentukan tujuan dan responden, menggunakan pertanyaan spesifik dan singkat, menjaga konsistensi skala, menggabungkan pertanyaan tertutup dan terbuka, serta menyediakan ruang untuk saran pelanggan.

Pernahkah Anda membeli sesuatu yang sebenarnya Anda sukai, tetapi akhirnya enggan kembali karena pelayanan yang kurang menyenangkan?

Sebaliknya, ada juga bisnis yang membuat Anda ingin datang lagi meskipun harganya tidak selalu paling murah. Biasanya, perbedaannya terletak pada pengalaman yang diberikan.

Karena itu, mengetahui apakah pelanggan benar-benar puas tidak cukup hanya dengan melihat jumlah transaksi.

Bisnis perlu mendengarkan langsung pengalaman pelanggan melalui kuesioner kepuasan pelanggan.

Hasilnya dapat membantu Anda mengetahui apa yang sudah berjalan baik, bagian mana yang perlu diperbaiki, dan apa yang membuat pelanggan mau kembali.

Lantas, bagaimana cara membuat kuesioner kepuasan pelanggan yang efektif? Apa saja pertanyaan yang sebaiknya diajukan?

Berikut penjelasan dan contoh yang bisa langsung Anda sesuaikan dengan bisnis!

Apa itu kuesioner kepuasan pelanggan?

Kuesioner kepuasan pelanggan adalah serangkaian pertanyaan yang digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan, pengalaman, kebutuhan, dan pendapat pelanggan terhadap produk atau layanan bisnis.

Data dari kuesioner dapat digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki produk, pelayanan, maupun pengalaman pelanggan.

Kuesioner biasanya menggunakan beberapa bentuk pertanyaan, seperti pilihan ganda, skala penilaian, pertanyaan ya atau tidak, hingga pertanyaan terbuka. Format tersebut dapat dipilih berdasarkan jenis informasi yang ingin diperoleh.

Sebagai contoh, jika ingin mengetahui tingkat kepuasan secara cepat, Anda dapat menggunakan skala likert 1–5 seperti:

Seberapa puas Anda dengan pelayanan kami?
⭐ 1 – Sangat Tidak Puas
⭐ 2 – Tidak Puas
⭐ 3 – Cukup Puas
⭐ 4 – Puas
⭐ 5 – Sangat Puas

Sementara itu, pertanyaan terbuka dapat digunakan untuk menggali alasan di balik jawaban pelanggan, seperti “Apa yang menurut Anda perlu kami tingkatkan?”

Beberapa pendekatan yang umum digunakan dalam survei pelanggan adalah Customer Satisfaction Score (CSAT) untuk mengukur kepuasan, Net Promoter Score (NPS) untuk mengetahui kemungkinan pelanggan merekomendasikan bisnis, dan Customer Effort Score (CES) untuk mengukur seberapa mudah pelanggan menyelesaikan suatu proses.

Dengan demikian, kuesioner kepuasan pelanggan bukan sekadar formalitas setelah transaksi.

Jika dirancang dengan tepat, hasilnya dapat menjadi sumber customer insight untuk membantu bisnis mengambil keputusan.

Baca juga: 10 Langkah Melakukan Kuesioner Kepuasan Pelanggan dan Tools-nya

Fungsi kuesioner kepuasan pelanggan

Sebelum membuat survei, Anda perlu memahami terlebih dahulu apa fungsi kuesioner kepuasan pelanggan bagi bisnis. Berikut beberapa di antaranya:

1. Mengukur tingkat kepuasan pelanggan

Fungsi utama kuesioner adalah mengetahui seberapa puas pelanggan terhadap produk atau layanan yang Anda berikan.

Anda dapat menggunakan skala tertentu sehingga hasil survei lebih mudah dibandingkan dari waktu ke waktu.

Misalnya, rata-rata kepuasan pelanggan bulan ini adalah 4,2 dari 5 dan meningkat menjadi 4,5 pada bulan berikutnya.

2. Mengetahui kekurangan produk atau layanan

Pelanggan dapat memberikan sudut pandang yang mungkin tidak terlihat dari sisi internal bisnis.

Misalnya, Anda merasa proses pembayaran di toko sudah cepat. Namun, hasil survei menunjukkan pelanggan masih merasa antrean terlalu panjang pada jam sibuk.

Informasi seperti ini dapat menjadi dasar untuk melakukan perbaikan.

3. Mengidentifikasi kebutuhan pelanggan

Kuesioner juga dapat digunakan untuk mengetahui kebutuhan atau harapan pelanggan yang belum terpenuhi.

Jawaban pelanggan dapat membantu bisnis menentukan produk baru, layanan tambahan, maupun perubahan fitur yang lebih relevan.

4. Mendapatkan feedback secara langsung

Daripada hanya mengandalkan asumsi, Anda dapat memperoleh masukan langsung dari pelanggan.

Feedback tersebut dapat berupa apresiasi, keluhan, saran, maupun pengalaman tertentu yang mereka alami selama berinteraksi dengan bisnis.

Baca juga: 10 Indikator Kepuasan Pelanggan dan Cara Mudah Menghitungnya

Manfaat melakukan kuesioner kepuasan pelanggan

Selain berfungsi sebagai alat pengumpulan feedback, survei kepuasan pelanggan juga memberikan sejumlah manfaat bagi bisnis.

1. Membantu meningkatkan kualitas produk dan layanan

Jawaban pelanggan dapat menunjukkan bagian yang sudah baik dan bagian yang masih perlu ditingkatkan.

Dengan begitu, perbaikan bisnis dapat dilakukan berdasarkan data, bukan sekadar perkiraan.

2. Meningkatkan customer experience

Customer experience tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk.

Kecepatan pelayanan, kemudahan transaksi, keramahan staf, proses pembayaran, hingga proses setelah pembelian juga dapat memengaruhinya.

Kuesioner membantu bisnis melihat pengalaman tersebut secara lebih menyeluruh.

3. Meningkatkan loyalitas pelanggan

Ketika pelanggan merasa pendapatnya didengar dan ditindaklanjuti, hubungan dengan bisnis dapat menjadi lebih baik.

Anda juga dapat menggunakan hasil survei untuk membuat program yang lebih relevan bagi pelanggan, seperti promo personal, reward, atau benefit khusus.

4. Membantu membuat keputusan bisnis

Data hasil kuesioner dapat digunakan untuk menentukan prioritas perbaikan.

Misalnya, jika banyak pelanggan memberikan nilai rendah pada kecepatan pelayanan, bisnis dapat memprioritaskan perbaikan proses operasional dibandingkan langsung mengubah produk.

Baca juga: Loyalitas Pelanggan: Pengertian, Faktor, Indikator, Manfaat

Cara membuat kuesioner kepuasan pelanggan yang baik

Kuesioner yang baik tidak harus panjang. Justru, pertanyaan yang terlalu banyak atau tidak relevan dapat membuat pelanggan enggan menyelesaikannya.

Berikut beberapa cara membuat survei yang lebih efektif:

1. Tentukan tujuan survei

Tentukan terlebih dahulu informasi apa yang ingin Anda dapatkan.

Apakah Anda ingin mengukur kepuasan secara keseluruhan, mengevaluasi pelayanan, mengetahui kualitas produk, atau mencari alasan pelanggan tidak melakukan pembelian ulang?

Tujuan tersebut akan menentukan jenis pertanyaan yang perlu dibuat.

2. Tentukan responden yang tepat

Tidak semua pelanggan harus mendapatkan pertanyaan yang sama.

Misalnya, pelanggan baru dapat diberikan survei mengenai pengalaman pembelian pertama.

Sedangkan pelanggan lama dapat ditanyakan mengenai kualitas produk dan kemungkinan melakukan pembelian ulang.

3. Gunakan pertanyaan yang spesifik

Hindari pertanyaan yang terlalu umum seperti:

“Apakah Anda puas dengan bisnis kami?”

Pertanyaan tersebut sulit memberikan insight yang spesifik. Anda dapat memecahnya menjadi beberapa aspek, seperti kepuasan terhadap produk, harga, pelayanan, kecepatan transaksi, dan kemudahan pembayaran.

4. Gunakan skala yang konsisten

Jika menggunakan skala 1–5, gunakan arti skala yang sama pada pertanyaan terkait. Konsistensi akan membuat hasil lebih mudah dibandingkan dan dianalisis.

5. Jangan membuat pertanyaan terlalu panjang

Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Pelanggan sebaiknya dapat mengetahui maksud pertanyaan hanya dalam sekali membaca.

6. Kombinasikan pertanyaan tertutup dan terbuka

Pertanyaan dengan pilihan jawaban memudahkan Anda mengolah data secara kuantitatif, sedangkan pertanyaan terbuka membantu mendapatkan alasan dan insight yang lebih mendalam.

Kombinasi keduanya dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai pengalaman pelanggan.

7. Berikan kesempatan pelanggan memberikan saran

Sisihkan setidaknya satu pertanyaan terbuka seperti:

“Apa yang dapat kami tingkatkan agar pengalaman Anda menjadi lebih baik?”

Pertanyaan sederhana ini dapat menghasilkan masukan yang tidak terpikirkan ketika Anda menyusun pertanyaan survei.

Baca juga: 9 Cara Menangani Keluhan Pelanggan dengan Efektif

Contoh kuesioner kepuasan pelanggan

Berikut beberapa contoh kuesioner kepuasan pelanggan berdasarkan jenis bisnis.

Anda dapat langsung menggunakannya sebagai template dan menyesuaikan pertanyaannya dengan kebutuhan.

1. Contoh kuesioner kepuasan pelanggan untuk restoran atau kafe

Tujuan: mengetahui kepuasan pelanggan terhadap makanan, pelayanan, dan pengalaman di restoran.

  1. Seberapa puas Anda dengan rasa makanan yang kami sajikan?
    • Sangat Tidak Puas
    • Tidak Puas
    • Cukup Puas
    • Puas
    • Sangat Puas
  2. Seberapa puas Anda dengan kecepatan pelayanan kami?
  3. Bagaimana penilaian Anda terhadap keramahan staf kami?
  4. Bagaimana Anda menilai kebersihan area restoran?
  5. Seberapa puas Anda dengan harga dibandingkan kualitas makanan yang diterima?
  6. Menu apa yang paling Anda sukai?
  7. Apa yang perlu kami tingkatkan?
  8. Seberapa besar kemungkinan Anda kembali mengunjungi restoran kami?
    • Sangat Tidak Mungkin
    • Tidak Mungkin
    • Mungkin
    • Sangat Mungkin
  9. Seberapa mungkin Anda merekomendasikan restoran kami kepada teman atau keluarga?

2. Contoh kuesioner kepuasan pelanggan untuk bisnis retail

Tujuan: mengetahui pengalaman pelanggan selama berbelanja di toko.

  1. Seberapa puas Anda dengan variasi produk yang tersedia?
  2. Apakah produk yang Anda cari tersedia ketika berkunjung?
    • Ya
    • Tidak
  3. Bagaimana penilaian Anda terhadap kerapian dan kenyamanan toko?
  4. Bagaimana penilaian Anda terhadap pelayanan staf?
  5. Seberapa mudah proses pembayaran di toko kami?
  6. Bagaimana penilaian Anda terhadap harga produk?
  7. Produk apa yang ingin Anda lihat tersedia di toko kami?
  8. Apa yang paling Anda sukai dari pengalaman berbelanja di toko kami?
  9. Apa yang dapat kami tingkatkan?

Pertanyaan mengenai variasi produk, ketersediaan barang, kebersihan, dan pelayanan juga umum digunakan dalam survei kepuasan pelanggan pada bisnis retail.

3. Contoh kuesioner kepuasan pelanggan untuk salon atau barbershop

Tujuan: mengetahui kepuasan pelanggan terhadap kualitas layanan dan pengalaman selama berada di tempat.

  1. Seberapa puas Anda dengan hasil layanan yang diberikan?
  2. Bagaimana penilaian Anda terhadap keramahan staf?
  3. Bagaimana penilaian Anda terhadap kebersihan tempat?
  4. Seberapa mudah proses reservasi atau pemesanan layanan?
  5. Apakah waktu tunggu Anda sesuai dengan ekspektasi?
    • Sangat Sesuai
    • Sesuai
    • Cukup Sesuai
    • Tidak Sesuai
  6. Apakah harga layanan sesuai dengan hasil yang Anda dapatkan?
  7. Layanan apa yang ingin Anda coba pada kunjungan berikutnya?
  8. Apa yang dapat kami lakukan agar pengalaman Anda menjadi lebih baik?
  9. Seberapa mungkin Anda kembali menggunakan layanan kami?

4. Contoh kuesioner kepuasan pelanggan untuk e-commerce

Tujuan: mengevaluasi pengalaman pelanggan mulai dari pencarian produk hingga barang diterima.

  1. Seberapa mudah Anda menemukan produk yang dicari?
  2. Bagaimana penilaian Anda terhadap informasi produk yang tersedia?
  3. Seberapa mudah proses checkout dilakukan?
  4. Bagaimana penilaian Anda terhadap pilihan metode pembayaran?
  5. Apakah pesanan Anda tiba sesuai dengan estimasi?
    • Ya
    • Tidak
  6. Bagaimana kondisi produk ketika diterima?
  7. Seberapa puas Anda dengan proses pengiriman?
  8. Apakah produk yang diterima sesuai dengan deskripsi?
  9. Apa yang dapat kami tingkatkan dari pengalaman berbelanja Anda?
  10. Seberapa mungkin Anda berbelanja kembali di toko kami?

5. Contoh kuesioner kepuasan pelanggan untuk bisnis jasa

Tujuan: mengukur kualitas layanan dan kemampuan bisnis dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.

  1. Seberapa puas Anda dengan layanan yang diberikan?
  2. Bagaimana penilaian Anda terhadap kecepatan pelayanan?
  3. Apakah layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan Anda?
  4. Seberapa mudah Anda menghubungi tim kami ketika membutuhkan bantuan?
  5. Bagaimana penilaian Anda terhadap kemampuan tim dalam menyelesaikan masalah?
  6. Seberapa puas Anda dengan hasil layanan yang diterima?
  7. Apa bagian dari layanan kami yang paling Anda sukai?
  8. Apa yang menurut Anda masih perlu kami tingkatkan?
  9. Seberapa mungkin Anda menggunakan kembali layanan kami?
  10. Seberapa mungkin Anda merekomendasikan layanan kami kepada orang lain?

6. Contoh kuesioner kepuasan pelanggan untuk bisnis B2B atau software

Tujuan: mengetahui pengalaman pengguna selama menggunakan produk atau layanan bisnis.

  1. Seberapa mudah produk kami digunakan?
  2. Seberapa baik produk kami membantu menyelesaikan kebutuhan bisnis Anda?
  3. Fitur apa yang paling sering Anda gunakan?
  4. Seberapa puas Anda dengan performa produk?
  5. Bagaimana penilaian Anda terhadap layanan customer support?
  6. Seberapa mudah Anda mendapatkan bantuan ketika mengalami kendala?
  7. Fitur apa yang menurut Anda perlu ditambahkan?
  8. Apakah produk kami memberikan manfaat sesuai dengan biaya yang Anda keluarkan?
  9. Seberapa besar kemungkinan Anda memperpanjang penggunaan layanan kami?
  10. Seberapa mungkin Anda merekomendasikan produk kami kepada rekan bisnis?

Untuk bisnis berbasis layanan atau teknologi, pertanyaan dapat diarahkan pada durasi penggunaan, frekuensi penggunaan, fitur yang paling sering digunakan, serta seberapa jauh produk membantu pelanggan mencapai tujuannya.

7. Contoh kuesioner singkat setelah transaksi

Tidak semua survei harus panjang. Jika ingin mendapatkan feedback langsung setelah pelanggan bertransaksi, Anda dapat menggunakan format singkat berikut.

Terima kasih telah berbelanja di [Nama Bisnis]. Bantu kami meningkatkan pelayanan dengan menjawab tiga pertanyaan berikut.

  1. Seberapa puas Anda dengan pengalaman berbelanja hari ini?
    1 ⭐ — 5 ⭐
  2. Apa yang paling Anda sukai dari pengalaman berbelanja hari ini?
    [Jawaban pelanggan]
  3. Apa yang dapat kami tingkatkan?
    [Jawaban pelanggan]

Format singkat seperti ini cocok digunakan melalui WhatsApp, QR code di kasir, email, atau halaman setelah transaksi.

Survei yang dikirim melalui kanal yang dekat dengan pelanggan juga dapat dibuat lebih ringkas agar pelanggan tidak merasa terbebani.

Download template kuesioner kepuasan pelanggan

Download template berikut untuk mempermudah Anda membuat kuesioner kepuasan pelanggan:

Download Template Kuesioner Kepuasan Pelanggan

Baca juga: Loyal Customer: Ciri-ciri, Manfaat, dan Cara Meningkatkan

Bagaimana cara mengolah hasil kuesioner kepuasan pelanggan?

Setelah kuesioner terkumpul, jangan berhenti pada tahap mengumpulkan jawaban. Data tersebut perlu dianalisis agar dapat menghasilkan tindakan nyata.

Misalnya, Anda mendapatkan hasil berikut:

  • 85% pelanggan puas dengan kualitas produk.
  • 72% pelanggan puas dengan pelayanan.
  • 55% pelanggan puas dengan kecepatan transaksi.
  • Banyak pelanggan meminta metode pembayaran tambahan.

Dari data tersebut, bisnis dapat melihat bahwa kualitas produk sudah menjadi keunggulan, sementara kecepatan transaksi masih memiliki ruang untuk diperbaiki.

Anda juga dapat mengelompokkan feedback berdasarkan pelanggan baru dan pelanggan lama, produk yang dibeli, outlet, periode transaksi, atau jenis layanan.

Segmentasi seperti ini membantu Anda menemukan masalah yang mungkin tidak terlihat jika seluruh jawaban hanya dihitung sebagai satu angka.

Untuk metrik seperti CSAT, misalnya, skor dapat dihitung berdasarkan proporsi responden yang memberikan penilaian positif.

Sementara itu, NPS menggunakan skala 0–10 untuk mengukur kemungkinan pelanggan merekomendasikan bisnis.

Hal yang paling penting adalah hasil survei sebaiknya diikuti dengan tindakan dengan segera. Jika pelanggan memberikan keluhan yang sama berulang kali, jadikan informasi tersebut sebagai prioritas perbaikan.

Baca juga: 20 Contoh Testimoni Pelanggan yang Baik untuk Bisnis

Jaga kepuasan pelanggan lebih mudah dengan Bliss

Web Promo General Bliss

Kuesioner kepuasan pelanggan membantu bisnis mengetahui apa yang dirasakan konsumen.

Namun, menjaga hubungan dengan pelanggan tidak berhenti setelah Anda mendapatkan feedback.

Anda juga perlu memberikan pengalaman yang membuat pelanggan memiliki alasan untuk kembali bertransaksi.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membangun program loyalitas pelanggan yang memberikan benefit berdasarkan aktivitas dan transaksi mereka.

Bliss Loyalty Program dapat membantu bisnis mengelola program loyalitas secara digital melalui membership, poin, reward, voucher, dan berbagai program engagement.

Dengan sistem tersebut, bisnis dapat memberikan apresiasi kepada pelanggan sekaligus membangun hubungan yang lebih berkelanjutan.

Misalnya, pelanggan mendapatkan poin setelah melakukan transaksi, kemudian poin tersebut dapat ditukarkan dengan reward tertentu.

Anda juga dapat memberikan promo atau benefit yang lebih relevan berdasarkan status membership dan aktivitas pelanggan.

Bagi bisnis yang menggunakan Accurate POS, Bliss juga dapat terintegrasi dengan sistem kasir sehingga aktivitas transaksi dapat mendukung pengelolaan program loyalitas.

Dengan menggabungkan feedback pelanggan melalui kuesioner dan program loyalitas melalui Bliss, bisnis dapat memahami apa yang pelanggan butuhkan sekaligus memberikan alasan bagi mereka untuk terus kembali.

Side Banner Blog Bliss

Artikel Terkait