Dalam berbisnis, terdapat beberapa biaya operasional yang harus dikeluarkan bisnis untuk mendukung aktivitas penjualan.
Salah satu biaya operasional yang pasti dikeluarkan bisnis adalah biaya logistik atau biaya untuk distribusi dan pengiriman barang.
Meskipun terlihat tidak begitu besar, biaya logistik justru seringkali memangkas margin keuntungan tanpa disadari.
Maka dari itu, penting untuk pemilik bisnis memahami dan mengelola biaya logistik secara efisien dan dengan semaksimal mungkin.
Artikel berikut akan kasih Anda informasi lebih lanjut mengenai biaya logistik, komponennya dan cara tepat untuk mengoptimalkannya. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Apa itu Biaya Logistik?
Menurut Asosiasi Logistik Indonesia, biaya logistik adalah seluruh pengeluaran yang berkaitan dengan proses pengiriman, pemindahan, penyimpanan hingga pendistribusian barang dari titik awal hingga titik akhir atau hingga barang sampai ke tangan konsumen.
Biaya logistik lebih dari sekedar ongkos kirim yang perlu dibayarkan ke ekspedisi. Biaya logistik bahkan seringkali mencakup segala hal yang berkaitan dengan proses supply chain yang berhubungan dengan biaya sewa gudang, pengelolaan inventaris, pengemasan, hingga pengiriman.
Besaran biaya logistik masing-masing bisnis tentu berbeda-beda, namun secara umum biaya logistik dipengaruhi oleh jarak, karakteristik barang, volume dan frekuensi pengiriman hingga jenis layanan pengiriman yang digunakan.
Biaya logistik termasuk dalam lingkup biaya operasional yang perlu diperhatikan dan dikelola dengan optimal dan efisien oleh bisnis.
Hal ini karena biaya logistik akan sangat mempengaruhi harga jual, daya saing produk, arus kas hingga margin keuntungan bisnis.
5 Komponen Biaya Logistik
Seperti yang disebutkan di atas, biaya logistik lebih dari sekedar biaya ongkir, berikut ini adalah beberapa komponen utama dalam biaya logistik:
Biaya Transportasi
Komponen biaya logistik yang mencakup seluruh biaya yang timbul untuk memindahkan barang dari satu lokasi ke lokasi lain.
Biaya ini termasuk dalam pembelian bahan bakar, tarif tol, biaya sewa armada, jasa pihak ketiga, hingga bea masuk dan bongkar muat. Komponen ini biasanya menjadi porsi terbesar dari total anggaran logistik bisnis.
Biaya Pergudangan
Biaya logistik yang dikeluarkan untuk menyewa, mengoperasikan, mengelola, dan menyimpan barang sebelum didistribusikan.
Biaya ini mencakup uang sewa gedung, listrik, pajak bangunan, hingga biaya asuransi dan software logistik.
Biaya pergudangan ini bisa berasal dari gudang milik bisnis sendiri maupun lewat layanan warehouse dan fulfillment yang banyak disediakan jasa logistik.
Biaya Inventory
Biaya inventory merupakan biaya yang muncul dari aktivitas dan proses penyediaan barang. Biaya ini mencakup biaya pemesanan, pengadaan, penyimpanan, hingga pengelolaan stok.
Jika biaya warehouse berhubungan dengan fasilitas penyimpanan, maka biaya inventory berhubungan dengan biaya persediaan bahan baku yang digunakan bisnis untuk produksi maupun biaya stok barang jadi yang akan dijual.
Biaya Distribusi
Selain biaya transportasi, biaya distribusi juga tercantum dalam komponen biaya logistik.
Biaya ini mencakup seluruh pengeluaran yang berkaitan dengan proses penyaluran dan pengiriman barang yang termasuk di dalamnya pembayaran ongkos kirim, asuransi pengiriman, biaya pengemasan hingga biaya administrasi.
Biaya Tenaga Kerja
Jenis biaya logistik yang mencakup seluruh pengeluaran untuk tenaga kerja logistik.
Biaya ini mencakup beberapa pengeluaran seperti gaji pokok, uang lembur, asuransi kerja, tunjangan, komisi kurir, hingga biaya rekrutmen tenaga kerja logistik.
Biaya ini sangat perlu dioptimalkan bisnis karena sangat mempengaruhi efisiensi alur logistik bisnis.
Cara Memaksimalkan Biaya Logistik agar Efisien
Agar urusan logistik bisnis berjalan efisien dan tidak membebani operasional, pemilik bisnis perlu mengetahui cara untuk memaksimalkan biaya logistik.
Berikut ini beberapa cara dan strategi untuk memaksimalkan biaya logistik agar lebih efisien, yaitu:
1. Kemas Barang dengan Pas
Cara pertama yang bisa dimaksimalkan bisnis untuk menekan biaya logistik adalah dengan mengemas barang atau paket pesanan dengan pas sesuai ukurannya.
Hindari menggunakan kardus yang terlalu besar atau bubble wrap yang terlalu tebal untuk barang kecil.
Hal ini sangat penting dilakukan karena ekspedisi biasanya akan menghitung ongkir berdasarkan berat volume, bukan hanya berat asli.
2. Pilih Mitra Logistik yang Tepat
Kedua, cara yang paling utama untuk menekan biaya logistik agar lebih efisien adalah dengan memilih mitra logistik yang tepat.
Sebagai pemilik bisnis, Anda perlu melakukan riset pada beberapa jasa ekspedisi untuk membandingkan tarif dan layanan pengiriman yang ditawarkan.
Jika perlu cari ekspedisi yang memberikan manfaat program kemitraan paling sesuai dengan kebutuhan bisnis agar biaya logistik yang dikeluarkan bisa lebih sepadan dan menguntungkan.
3. Terapkan Manajemen Inventaris yang Ketat
Selain mengatur masalah pengiriman, bisnis juga perlu mengatur proses manajemen inventaris yang ketat.
Menerapkan manajemen inventaris yang ketat sangat penting untuk memastikan agar stok barang tidak kurang, habis, menumpuk atau rusak.
Pastikan juga untuk selalu melakukan stock opname secara rutin agar terhindar dari dead stock yang memakan biaya penyimpanan.
4. Manfaatkan Teknologi untuk Otomatisasi
Dengan perkembangan teknologi dan AI yang canggih, alur logistik kini jauh lebih mudah diatur dan diotomatisasi.
Agar proses logistik lebih optimal, Anda bisa memanfaatkan teknologi logistik lewat penggunaan aplikasi atau software logistik, warehouse, hingga inventaris untuk mengotomatisasi setiap aktivitas logistik.
Langkah ini sangat penting karena dapat membantu mengurangi human error sekaligus menghemat waktu operasional.
5. Sesuaikan Layanan dengan Kebutuhan
Terakhir, agar biaya logistik lebih optimal dan efisien, bisnis perlu menyesuaikan layanan logistik dengan kebutuhan bisnis.
Jika ada beberapa layanan logistik yang dinilai tidak perlu, maka bisnis bisa menghilangkannya.
Hal ini juga berlaku untuk layanan pengiriman ke pelanggan, pastikan bisnis mengatur proses pengiriman sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pelanggan agar meminimalisir terjadinya ketidakpuasan pelanggan serta upaya retur dan refund.
Kesimpulan
Biaya logistik terdiri dari berbagai macam komponen biaya operasional yang lebih besar dibandingkan hanya biaya ongkir.
Dengan memahami setiap komponen biaya logistik dengan jelas, pemilik bisnis bisa menekan biaya logistik dengan lebih tepat.
Salah satu cara untuk mengoptimalkan biaya logistik adalah dengan bekerja sama dengan mitra pengiriman dan ekspedisi yang andal seperti Lion Parcel.
Lion Parcel memiliki beragam layanan pengiriman yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga ongkir layanan lebih kompetitif.
Selain itu, bisnis juga bisa memanfaatkan platform loyalitas dari Bliss.id untuk bantu mengelola membership dan meningkatkan loyalitas pelanggan.
Artikel ini hasil kerjasama antara Lion Parcel dan Bliss.


