Poin penting
Mark up adalah penambahan jumlah pada harga pokok suatu produk/jasa untuk menentukan harga jual yang menghasilkan keuntungan.
Mark up bermanfaat bagi bisnis untuk membantu menjaga profit, mempermudah penetapan harga, dan memastikan kestabilan keuangan bisnis.
Untuk menggunakan strategi mark up pricing Anda perlu menyesuaikan target market, kompetitor, biaya, serta didukung tools dan strategi seperti loyalty program.
Menentukan harga jual bukan sekadar menambahkan angka di atas biaya produksi. Penentuan harga tidak boleh dilakukan dengan sembarangan.
Mengutip laporan dari McKinsey, strategi penetapan harga yang tepat dapat meningkatkan profit bisnis dari 2 hingga 7%.
Untuk menentukan harga dengan tepat diperlukan strategi khusus, salah satu konsep penting dalam penentuan harga sendiri adalah konsep mark up.
Memahami mark up dengan benar dapat membantu bisnis menjaga profit tanpa kehilangan daya tarik di mata pelanggan.
Pengertian Mark Up
Mark up adalah penambahan jumlah/persentase pada harga pokok (modal) suatu produk/jasa untuk menentukan harga jual yang menghasilkan keuntungan.
Strategi mark up pricing digunakan untuk menentukan berapa keuntungan yang ingin diambil dari setiap produk yang dijual.
Penentuan mark up tidak boleh sembarangan! Anda perlu mempertimbangkan daya beli pasar, harga kompetitor, serta positioning produk agar harga tetap kompetitif dan tidak menurunkan minat beli.
Baca juga:Â Mengenal Up Selling: Manfaat, Strategi, dan Contohnya
Manfaat Mark Up dalam bisnis
Menggunakan mark up bukan hanya soal menentukan harga, tetapi juga membantu bisnis dalam menjaga kesehatan keuangan dan strategi jangka panjang.
1. Menentukan profit yang jelas
Mark up membantu Anda menetapkan margin keuntungan secara konsisten di setiap produk.
Dengan begitu, setiap transaksi memiliki kontribusi yang terukur terhadap laba bisnis, sehingga Anda lebih mudah dalam menghitung profit secara keseluruhan.
2. Mempermudah penetapan harga
Tanpa mark up, penentuan harga sering kali dilakukan secara subjektif atau mengikuti pasar tanpa perhitungan yang jelas.
Dengan mark up, Anda memiliki acuan berbasis biaya, sehingga harga yang ditentukan lebih logis dan terstruktur.
3. Menjaga stabilitas keuangan
Mark up yang tepat memastikan bahwa seluruh biaya baik produksi, operasional, hingga distribusi dapat tertutup.
Hal ini penting agar bisnis tetap berjalan stabil dan tidak mengalami kerugian tanpa disadari.
4. Mendukung strategi bisnis
Mark up bisa disesuaikan dengan tujuan bisnis Anda. Misalnya, untuk strategi penetrasi pasar, Anda bisa menggunakan mark up lebih rendah agar harga lebih kompetitif.
Sebaliknya, untuk positioning premium, mark up bisa lebih tinggi untuk mencerminkan nilai produk.
5. Mengontrol margin di berbagai produk
Dengan strategi yang tepat, Anda bisa mengatur margin berbeda berdasarkan kategori produk, tingkat permintaan, atau target market, sehingga profit bisa lebih optimal.
Baca juga:Â Product Positioning: Pengertian, Elemen dan Cara Efektif Menentukannya
Cara menghitung Mark Up
Untuk menghitung mark up, Anda dapat menggunakan rumus dan cara berikut ini:
Rumus Mark Up
Mark Up (%) = (Harga Jual – Harga Pokok) / Harga Pokok × 100
Rumus ini membantu Anda mengetahui berapa persen keuntungan yang diambil dari biaya produksi atau pembelian produk.
Contoh Perhitungan
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhana:
- Harga pokok produk: Rp100.000
- Presentase mark up yang diinginkan: 50%
Maka:
50% = (harga jual – 100.000) / 100.000 × 100 → harga jual = 150.000
Untuk mengambil keuntungan sebesar 50%, Anda perlu menjual produk dengan harga 150.000
Baca juga:Â Target Market: Pengertian, Jenis, dan Cara Membuatnya
Tips dan strategi menentukan Mark Up
Menentukan mark up yang ideal membutuhkan kombinasi antara perhitungan yang tepat dan pemahaman terhadap kondisi pasar.
1. Sesuaikan dengan target market
Setiap segmen pelanggan memiliki sensitivitas harga yang berbeda.
Produk dengan target premium biasanya lebih fleksibel dalam harga, sehingga bisa menggunakan mark up lebih tinggi.
Sementara produk mass market perlu mark up yang lebih kompetitif.
2. Analisis kompetitor
Melihat harga kompetitor membantu Anda menentukan posisi harga di pasar.
Jika mark up terlalu tinggi dibanding pesaing, produk Anda bisa kalah saing.
Sebaliknya, jika terlalu rendah, Anda berisiko kehilangan margin keuntungan.
3. Perhitungkan biaya tersembunyi
Banyak bisnis hanya menghitung biaya produksi, padahal ada biaya lain seperti pemasaran, distribusi, dan operasional.
Jika biaya ini tidak diperhitungkan, mark up yang ditentukan bisa terlalu rendah dan merugikan bisnis.
4. Gunakan software akuntansi untuk akurasi
Perhitungan manual sering kali rentan terhadap kesalahan, terutama jika produk yang dijual cukup banyak.
Dengan software seperti Accurate Online, Anda bisa menghitung harga pokok, margin, dan laporan keuangan secara otomatis dan real-time, sehingga keputusan penentuan harga menjadi lebih akurat.
5. Optimalkan dengan loyalty program
Menariknya, strategi harga tidak selalu harus bergantung pada mark up tinggi.
Anda bisa tetap menjaga margin, tetapi meningkatkan penjualan melalui loyalty program seperti Bliss.
Dengan memberikan reward atau benefit tambahan, pelanggan akan tetap loyal meskipun harga memiliki margin tertentu.
Baca juga:Â Loyalty Program: Cara Efektif Tingkatkan Retensi Pelanggan
Penutup
Menentukan mark up yang tepat adalah fondasi penting dalam strategi penetapan harga.
Dengan perhitungan yang akurat, Anda bisa menjaga keseimbangan antara profit dan daya saing di pasar.
Namun, untuk memaksimalkan hasilnya, mark up perlu didukung dengan strategi lain seperti pengelolaan keuangan yang rapi dan pendekatan pemasaran yang tepat.
Salah satu cara efektif untuk meningkatkan penjualan tanpa harus menekan margin adalah dengan memanfaatkan loyalty program seperti Bliss.
Dengan Bliss, Anda bisa meningkatkan repeat order, menjaga loyalitas pelanggan, dan membuat strategi harga Anda bekerja lebih optimal.
Yuk, maksimalkan profit bisnis Anda dengan strategi yang lebih terukur dan dukungan tools yang tepat!




