Google Tag Manager: Pengertian, Fitur, dan Cara Memasangnya

oleh Ibnu Ismail Ditinjau Baskara Aji | Mar 26, 2025 | Marketing

source envato.

Promo Gabung Beta Program

Jalin loyalitas dengan pelangganmu.

Join Beta Program

Pernahkah Anda merasa kewalahan saat harus mengelola berbagai tag di website Anda? Google Tag Manager hadir sebagai solusi yang dapat mempermudah tugas tersebut.

Tool gratis dari Google ini memungkinkan Anda untuk mengelola tag tanpa perlu mengutak-atik kode website secara langsung.

Dengan user interface yang user-friendly, Google Tag Manager cocok digunakan oleh pemula maupun ahli. Lalu, apa itu Google Tag Manager? Apa fungsinya? Bagaimana cara menggunakannya?

Baca terus artikel ini sampai akhir agar Anda bisa memanfaatkan tool canggih ini untuk mengoptimalkan website Anda!

Apa itu Google Tag Manager?

Google Tag Manager merupakan sistem manajemen tag gratis dari Google untuk memudahkan pengelolaan berbagai tag di website atau aplikasi tanpa perlu mengubah kode sumber secara langsung.

Tools ini pertama kali beroperasi pada tahun 2013 sebagai fitur dari Google Analytics.

Dengan Google Tag Manager, Anda dapat memasukkan, mengelola, dan menyebarkan tag (potongan kode) seperti kode pelacakan Google Analytics, pixel Facebook, kode konversi Google Ads, dan banyak lagi tanpa harus bergantung pada bantuan web developer.

Tag sendiri adalah kode atau script pada bagian head dalam struktur HTML. Google Tag Manager bekerja dengan menggunakan satu potongan kode JavaScript sebagai container untuk semua tag lain.

Ketika pengunjung membuka halaman website Anda, sistem akan mendeteksi interaksi tersebut, memeriksa apakah ada trigger (pemicu) yang cocok, dan kemudian menjalankan tag terkait.

Tampilan interface Google Tag Manager didesain sangat user-friendly, sehingga Anda bisa dengan mudah menambahkan kode sendiri tanpa perlu memahami seluruh script.

Fitur ini sangat membantu untuk melacak, menganalisa website, serta membuat report tentang aktivitas pengunjung.

Keunggulan utama Google Tag Manager adalah efisiensi pengelolaan tag dalam satu tempat, memudahkan tracking aktivitas pengunjung, dan meningkatkan efektivitas penggunaan tag secara gratis.

Baca juga: Search Engine Marketing (SEM): Pengertian, Jenis, dan Cara Menjalankannya

Fitur Google Tag Manager

1. Tampilan interface yang user-friendly

Interface GTM dirancang dengan sangat intuitif, sehingga memudahkan Anda untuk menavigasi dan mengelola tag tanpa merasa kewalahan.

Dashboard GTM menampilkan tag, pemicu, dan variabel secara jelas, sehingga Anda dapat dengan cepat menemukan informasi dan melakukan perubahan secara efisien.

2. Kontrol versi

GTM secara otomatis akan membuat versi baru setiap kali Anda mempublikasikan perubahan, sehingga memungkinkan Anda untuk kembali ke versi sebelumnya jika diperlukan.

Fitur ini akan memastikan Anda untuk dapat bereksperimen dengan tag baru tanpa khawatir merusak konfigurasi.

3. Mode pratinjau

Fitur mode pratinjau memungkinkan Anda untuk menguji konfigurasi tag sebelum mempublikasikannya secara langsung.

Dengan cara ini, Anda dapat memastikan semua tag berfungsi dengan baik tanpa memengaruhi pengalaman pengguna di website Anda.

4. Pemicu fleksibel

GTM mampu mendukung berbagai jenis pemicu seperti klik, pengiriman formulir, tampilan halaman, dan perubahan riwayat.

Pemicu ini akan menentukan kapan dan di mana tag akan diaktifkan, sehingga memberikan Anda kontrol penuh atas cara kerja tag.

5. Variabel yang dapat digunakan kembali

Anda dapat menentukan elemen data penting di halaman dan mengumpulkannya dengan mudah menggunakan variabel.

Variabel ini akan meningkatkan fleksibilitas pengaturan pelacakan Anda, sehingga memungkinkan pembuatan tag yang lebih efektif.

Baca juga: SERP: Pengertian, Komponen, dan Cara Mengoptimalkannya

Cara memasang Google Tag Manager

1. Membuat akun Google Tag Manager

Langkah pertama adalah membuat akun di Google Tag Manager. Kunjungi tagmanager.google.com dan klik Start for free atau Create Account.

Masuklah menggunakan akun Google Anda, kemudian isi data dengan benar pada formulir pendaftaran. Masukkan nama perusahaan atau website Anda pada bagian Account Name dan pilih negara Indonesia.

2. Menyiapkan container untuk website

Pada bagian Container Setup, pilihlah platform web untuk website Anda. Berikan nama container menggunakan URL website Anda agar mudah dikenali.

Setelah mengisi semua informasi, klik Create dan setujui persyaratan layanan Google Tag Manager dengan mencentang kotak persetujuan.

3. Mendapatkan kode snippet

Setelah membuat akun, Anda akan mendapatkan dua bagian kode snippet. Kode pertama harus ditempatkan di bagian head dan kode kedua segera setelah tag pembuka body pada semua halaman website Anda.

Simpan kode tersebut karena akan digunakan pada tahap selanjutnya.

4. Memasang kode pada website

Untuk pengguna WordPress, Anda dapat memasang kode melalui beberapa cara. Metode manual dengan masuk ke dashboard WordPress, lalu ke menu Appearance > Theme Editor > Header.php.

Letakkan kode pertama di antara tag <head> dan </head>, kemudian kode kedua segera setelah tag pembuka <body>.

5. Verifikasi instalasi

Setelah memasang kode, verifikasi instalasi menggunakan mode Preview di Google Tag Manager. Fitur ini memungkinkan Anda menguji apakah container berjalan dengan benar sebelum mempublikasikannya secara langsung.

Masukkan URL website Anda dan klik Connect untuk melihat debug console.

6. Menyiapkan tag pertama

Setelah instalasi berhasil, Anda dapat mulai menyiapkan tag pertama. Di halaman dashboard, klik tambahkan tag baru, berikan nama tag, dan pilih jenis tag sesuai kebutuhan Anda.

Konfigurasikan tag tersebut dan atur trigger untuk menentukan kapan tag akan diaktifkan.

Baca juga: Pengertian Riset Keyword dan Cara Efektif Melakukannya

Penutup

Google Tag Manager menawarkan solusi efektif untuk mengelola berbagai tag di website tanpa perlu mengubah kode sumber secara langsung.

Tools gratis dari Google ini mampu memudahkan Anda untuk memasukkan, mengelola, dan menyebarkan tag seperti kode pelacakan Google Analytics, pixel Facebook, dan kode konversi Google Ads.

Fitur-fitur utama Google Tag Manager meliputi antarmuka pengguna ramah, kontrol versi, mode pratinjau, pemicu fleksibel, dan variabel dapat digunakan kembali.

Semua fitur tersebut dirancang untuk memberikan kontrol penuh atas cara kerja tag di website Anda.

Pemasangan Google Tag Manager relatif mudah, dimulai dengan membuat akun, menyiapkan container, mendapatkan kode snippet, memasangnya pada website, melakukan verifikasi instalasi, dan menyiapkan tag pertama.

Proses sederhana ini memungkinkan Anda untuk mengelola tag dengan lebih efisien.

Berbicara tentang efisiensi, Bliss menawarkan program loyalitas pelanggan serupa dengan cara Google Tag Manager menyederhanakan pengelolaan tag.

Aplikasi Bliss siap membantu Anda mengelola hubungan dengan pelanggan secara efisien melalui sistem rewards terintegrasi. Program loyalitas dari Bliss dapat meningkatkan retensi pelanggan dan mendatangkan lebih banyak penjualan berulang.

Tertarik meningkatkan loyalitas pelanggan? Coba Bliss sekarang juga secara gratis dengan klik link ini dan mulai bangun hubungan lebih dekat dengan pelanggan Anda hari ini.

Referensi:

Artikel Terkait

Bergabung dengan Bliss Sekarang

Jalin hubungan yang lebih baik dengan pelanggan Anda, tingkatkan kesuksesan dan keuntungan pada bisnis Anda